untuk kamu disana,
entah kamu akan membaca ini ataupun tidak sama sekali, aku tak peduli. namun memang, tulisan ini ku buat untukmu, pria yang rajin mewarnai hari-hariku dengan crayonnya.
Dear,
Ku akui, kamu lelaki yang baik. Lelaki yang bisa membuatku nyaman denganmu. Lelaki yang selalu menyempatkan waktumu untuk mengirimkan sebuah pesan singkat ke handphoneku. Lelaki yang mampu membuatku benar-benar tak bisa untuk melepaskanmu sekalipun tak jarang kita bertengkar. beradu argumen dan keras untuk mempertahankan persepsi masing-masing.
Mungkin kamu lelaki yang aku cari, lelaki yang ku harapkan dapat menjaga hatiku dari kerasnya dunia luar, dari dari tajamnya pisau kehidupan yang akan mengoyak-ngoyak hatiku..
Aku akui pun aku menyayangimu, hingga kini, sejak dulu saat kamu mulai mendekatiku yang dulu telah dimiliki dia.
Kini berbeda, aku t'lah sendiri. tak lagi bersama dia..
Kini hatiku berdiri sendiri, mencari tempat untuk berlindung dari pihak-pihak yang sengaja ingin menghancurkan hatiku. Namun, mungkinkah tempat yang ku tuju ialah hatimu? yang ku ketahui kau pun sedang mencari perlindungan sama seperti ku. mungkinkah kita bisa saling melindungi satu-sama lain?
Awalnya ku fikir mungkin, bahkan sangat mungkin. dengan sikap dari hatimu yang cukup agresif mendekatiku lagi. mengetuk-ngetuk pintu hatiku dan berusaha meyakinkanku untuk mengizinkanmu masuk.
Namun kini, terasa hatiku sulit untuk membukakan pintu dan mengizinkanmu masuk kedalam hatiku. Bukan karna hatiku telah menerima tamu baru sebagai pengganti dia, namun karna kini hatiku mulai meragukanmu. meragukan hatimu.
Kau pasti ingat, kejadian yang sempat membuatku marah besar padamu. Kejadian yang membuat kepercayaanku padamu berkurang. Kejadian yang sempat membuat hatiku terkunci untukmu.
Jujur saja, hingga saat ini hal itu yang ku takutkan kembali mengganggu kita. Mengganggu hubungan kita kelak.
Bukanku tak percayaimu, namun aku masih membutuhkan proses untuk bisa mempercayaimu lagi. Hingga hatiku siap, dan membukakan pintu hatiku untukmu..
Jika kau benar mencintaiku, berubahlah. hingga aku benar-benar percaya kau tak akan melakukan lagi kesalahan yang sama seperti dulu.
Dan aku, bersedia menanti perubahanmu :)
entah kamu akan membaca ini ataupun tidak sama sekali, aku tak peduli. namun memang, tulisan ini ku buat untukmu, pria yang rajin mewarnai hari-hariku dengan crayonnya.
Dear,
Ku akui, kamu lelaki yang baik. Lelaki yang bisa membuatku nyaman denganmu. Lelaki yang selalu menyempatkan waktumu untuk mengirimkan sebuah pesan singkat ke handphoneku. Lelaki yang mampu membuatku benar-benar tak bisa untuk melepaskanmu sekalipun tak jarang kita bertengkar. beradu argumen dan keras untuk mempertahankan persepsi masing-masing.
Mungkin kamu lelaki yang aku cari, lelaki yang ku harapkan dapat menjaga hatiku dari kerasnya dunia luar, dari dari tajamnya pisau kehidupan yang akan mengoyak-ngoyak hatiku..
Aku akui pun aku menyayangimu, hingga kini, sejak dulu saat kamu mulai mendekatiku yang dulu telah dimiliki dia.
Kini berbeda, aku t'lah sendiri. tak lagi bersama dia..
Kini hatiku berdiri sendiri, mencari tempat untuk berlindung dari pihak-pihak yang sengaja ingin menghancurkan hatiku. Namun, mungkinkah tempat yang ku tuju ialah hatimu? yang ku ketahui kau pun sedang mencari perlindungan sama seperti ku. mungkinkah kita bisa saling melindungi satu-sama lain?
Awalnya ku fikir mungkin, bahkan sangat mungkin. dengan sikap dari hatimu yang cukup agresif mendekatiku lagi. mengetuk-ngetuk pintu hatiku dan berusaha meyakinkanku untuk mengizinkanmu masuk.
Namun kini, terasa hatiku sulit untuk membukakan pintu dan mengizinkanmu masuk kedalam hatiku. Bukan karna hatiku telah menerima tamu baru sebagai pengganti dia, namun karna kini hatiku mulai meragukanmu. meragukan hatimu.
Kau pasti ingat, kejadian yang sempat membuatku marah besar padamu. Kejadian yang membuat kepercayaanku padamu berkurang. Kejadian yang sempat membuat hatiku terkunci untukmu.
Jujur saja, hingga saat ini hal itu yang ku takutkan kembali mengganggu kita. Mengganggu hubungan kita kelak.
Bukanku tak percayaimu, namun aku masih membutuhkan proses untuk bisa mempercayaimu lagi. Hingga hatiku siap, dan membukakan pintu hatiku untukmu..
Jika kau benar mencintaiku, berubahlah. hingga aku benar-benar percaya kau tak akan melakukan lagi kesalahan yang sama seperti dulu.
Dan aku, bersedia menanti perubahanmu :)

