Ketika aku mulai mengagumimu,
mataku tak bisa lepas dari tiap inci gerakan yang kau lakukan. telingaku selalu terjadwal tiap detiknya untuk selalu mendengar suaramu, mendengar tawamu, atau bahkan mendengar amarahmu.
Ketika aku mulai mengagumimu,
otak ku terus memutar ingatan tentangmu. tentang bagaimana kau menjalani hari-harimu, dan tentang bagaimana kau melakukan semua aktivitasmu. semua terekam secara rapi, dan tersusun seperti rangkaian kerangka karya tulis yang sistematis.
Ketika aku mulai mengagumimu,
Frekuensi detakan jantungku menjadi tak menentu. berdetak kencang seperti detakan jantung atlet marathon disaat aku memandangmu dan kau memandang balik ke arahku.
Ketika aku mulai mengagumimu,
disaat itu aku selalu menyelipkan namamu dalam tiap pucuk doa yang ku sampaikan pada Tuhan. berharap Tuhan selalu menjaga dan melindungimu.
Ketika aku mulai mengagumimu,
tak lepas namamu menjadi alasan dari jatuhnya air mataku dengan sejuta penyebabnya.
Banyak hal, banyak peristiwa yang terjadi dihidupku semenjak aku mulai mengagumimu dan memeluk angan denganmu. Tawa, air mata, selalu menjadi teman tersetiaku semenjak aku mulai mengagumimu. Aku mengagumimu, perasaan kagum yang terlahir dari tiap senyum dan sebuah perhatian yang hampiri aku. perasaan kagum yang terlahir dari tiap tatapan hangat yang menyapaku. dan perasaan kagum yang kusadari, bukan hanya sekedar kagum. Namun kagum yang bermetamorfosis, kagum yang terus menerus tumbuh, hingga menjadi sebuah perasaan yang ku sebut SAYANG.....

