Sebuah blog coba-coba untuk menuangkan segala perasaan :)

Selasa, 13 Maret 2012

21 Pesan Tersimpan

Ya, tulisan ini kubuat untukmu. Untuk seseorang disana yang berhasil mengalihkan fikiranku untuknya. Untuk seseorang yang berhasil memblock hatiku untuk selalu menyimpan perasaan padanya. Untuk seseorang yang selalu membuat tanganku menuliskan namanya pada kolom pencarian di jejaring social miliku untuk selalu tahu kabar tentangnya. 
Apa kau tahu? Apakah kau mengerti? Aku tak yakin kau akan tahu, bahkan jika pun kau tahu, aku yakin kau tak akan peduli. 
Aku tak pernah berharap lebih, namun boleh kah aku untuk selalu melakukan ini? Melakukan sesuatu yang sebenarnya ku anggap bodoh. Namun tetap saja ku lakukan. 
Maafkan aku yang selalu ingin tahu tentangmu, maafkan aku yang selalu menyimpan namamu di salah satu sudut dihatiku, maafkan aku yang selalu menyempatkan diri untuk sekedar mengingat namamu. Dan maafkan aku yang selalu mengingat detail-detail saat kau pernah menyatakan perasaanmu padaku. 
Sebuah memori indah memang, tapi juga sangat menyakitkan dan sangat miris untuk tetap diingat. Kau tahu? Rasanya aku ingin mengulang masa-masa itu, sangat indah ku akui tapi sangat tidak adil untuk dia. Ya, untuk dia yang sudah lebih dulu memilikimu. Namun aku menikmatinya, aku sangat menikmati saat–saat itu. Saat dimana kau masih menyempatkan waktumu untukku dan sedikit melupakan dia. Sangat kejam, aku memang kejam saat itu. Namun akupun masih memiliki rasa kemanusiaan, aku tak bisa bayangkan jika aku yang berada di posisi kekasihmu. Hingga akhirnya aku rela pergi, dan mengucapkan kata selamat tinggal padamu dengan membawa perasaan ini. 
Hasilnya? Kini aku tidak bisa benar-benar melupakanmu, membuang semua fikiran dan anganku tentangmu. Hal ini sungguh menyakitkan. Ku coba menahannya, namun hatiku terasa sangat teriris. Diam-diam aku pun selalu menyempatkan diri untuk sekedar melihat update statusmu di akun jejaring social yang kau punya. Tentu sajal itu ku lakukan untuk mengetahui kabar tentangmu. Hingga suatu waktu, setelah berbulan-bulan ku tahan rasaku, aku memberanikan diri untuk mengirimmu sebuah pesan singkat lewat DM twitterku. Tiap kali aku membuka twitter, hal pertama yang kulakukan adalah mengecek DM-ku untuk melihat balasanmu. Tapi, DM-ku tak pernah ada balasan darimu. 
Mungkin ini tulisan pertama dan terakhirku untukmu, kenyataan benar-benar membuatku harus membuka mata lebar. Aku takkan mungkin bisa mengulang waktu saat kau masih ada di dekatku. Aku yakin, Tuhan selalu berikanku yang terbaik. Jika Tuhan tak mengizinkanku untuk kembali dekat denganmu, aku tahu Tuhan sedang siapkan yang terbaik untukku. 
21 pesan SMS-mu yang tersisa akan selalu aku simpan dalam folder pribadi di handphoneku. Aku bahagia, sempat berbagi rasa denganmu. Walau rasa itu terlarang, dan berjalan dengan singkat. 
Terima kasih untuk kasihmu :)