Pagi ini aku terbangun.
Terbangun dari lelapnya mimpi malamku dengan harap kutemui sosok yang ku dambakan saat aku membuka kedua mataku. Kamu! yaa, kamu.
sosok yang sangat ku harapkan berada disampingku saat aku membuka kedua mataku, sosok yang ku harapkan memegang erat tanganku dan menyapaku dengan sebuah senyuman hangatmu.
Sosok yang sangat ku harapkan dan ku nantikan hadir di setiap putaran film mimpiku..
Kamu!
Taukah kamu? Kamu sosok yang berhasil membunuhku! Memang bukan fisikku yang kau bunuh, tapi batinku! Kamu sosok yang kejam, tak berperasaan yang terus menghantui fikiranku. terus berada dalam hati dan anganku, tak peduli seberapa keras aku mencoba mengusirmu. Seakan buta, seakan tuli kau tetap berada dan menetap dalam hatiku!
Kamu!
Sosok yang membuatku terus mencari-cari letak dimana aku bisa menemukan senyum hangat itu! senyum hangat yang terus hadir dalam ingatanku! kamu juga sosok yang membuatku terus mencari-cari letak dimana aku bisa mendengar lagi suara tawa riang itu. tawa yang selalu menghantarkan getarannya kedalam gendang telingaku dan saraf-sarafku menghubungkannya menuju otak tempat menyimpan semua arsip memori ingatanku! Hasilnya? terekam jelas suara tawa itu.
Kamu!
Kamu, Kamu, dan Kamu!
selalu berhasil mengalihkan semua perhatianku hanya tertuju dengan namamu! sekalipun hanya 1 detik namamu terlintas dalam fikiranku, membutuhkan waktu 1 hari untuk bisa mengusirmu kembali dari fikiranku! bagaimana jika 2 detik? 10 detik? bahkan 1000 menit kamu hadir dan bermain-main dalam fikiranku?
Aku tak bisa bayangkan itu!
dan bodohnya lagi aku yang tak mempunyai obat penangkal agar kamu tak bermain-main dalam fikiranku!
Kamu..
Sosok yang membuatku kini tersadar..
Bukan salahmu jika kau terus menghantuiku, bukan salahmu jika kau terus bermain dalam fikiranku, dan bukan salahmu pula bila terus menetap dalam hatiku.
Ini semua karna aku!
Karna aku yang tak berlapang dada saat kusadari sosokmu kini telah pergi. Dan meninggalkan sejuta kenangan hingga perasaan yang masih tersimpan.
Ini semua karna aku!
Karna aku yang masih mengharapkan dekapan pelukanmu..

